9 Bahaya Menahan Bersin, Merusak Pembuluh Darah hingga Serangan Jantung

JAKARTA – Bersin terjadi pada waktu tubuh merasakan sesuatu yang tersebut seharusnya tiada ada di area hidung Anda. Jika bakteri, serbuk sari atau debu masuk ke hidung, maka hidung akan terasa geli atau tak nyaman lalu tak lama kemudian, menghasilkan bersin.
Hanya saja, terkadang seseorang menahan bersin , baik pada waktu di dalam transportasi umum atau ketika berbicara dengan orang lain. Masalahnya, menahan bersin dapat menyebabkan komplikasi kondisi tubuh serius.
Lalu, apa sekadar kesulitan kondisi tubuh dari menahan bersih ini? Dikutip star insider, berikut ulasan menahan bersin bagi kesehatan.
Mengapa bersin terjadi?
Bersin terjadi pada waktu tubuh merasakan sesuatu di dalam hidung yang tersebut seharusnya tiada ada. Biasanya, benda ini merupakan serbuk sari, debu, bakteri, kotoran atau asap.
Nah, dengan bersin, hal ini mengurangi Anda jatuh sakit atau terluka akibat benda-benda yang tersebut masuk ke hidung.
Saat partikel asing masuk ke hidung, partikel yang dimaksud dapat berinteraksi dengan rambut halus juga lapisan kulit halus yang tersebut melapisi saluran hidung.
Saat lapisan hidung merasakan zat asing, maka hidung mengirimkan sinyal listrik ke otak yang tersebut memerintahkannya untuk membersihkan hidung.
Sementara, pada waktu otak memberi tahu tubuh bahwa telah waktunya bersin, tubuh mempersiapkan diri untuk kontraksi hanya sekali pada beberapa detik. Lidah bergerak ke langit-langit mulut, otot-otot menegang, kemudian mata dipaksa menutup.
Bersin memaksa air, lendir serta udara mengundurkan diri dari dari hidung dengan kecepatan hingga 160 km/jam (99,4 mph). Pengeluaran berlangsung semata-mata selama 150 milidetik.
Pada 2012, para peneliti dari Universitas Pennsylvania menemukan bahwa bersin “mengatur ulang” silia, sel-sel yang mana melapisi jaringan di dalam di hidung.






