Daftar Harga Pangan yang Naik juga Turun pada Awal 2025

JAKARTA – Harga pangan di dalam lingkungan ekonomi terpantau mengalami pergerakan yang signifikan dalam awal tahun. Sejumlah komoditas utama mengalami lonjakan tarif yang tersebut cukup tajam seperti cabai rawit merah.
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) tarif cabai rawit merah naik 1,37% menjadi Rp61.210 per kilogram (kg). Kenaikan nilai tukar juga terjadi pada daging ayam ras naik 0,83% mencapai Rp38.900 per kg.
Ikan kembung juga mengalami peningkatan sebesar 0,30% menjadi Rp37.100 per kg. Sementara, hberas premium turun 1,23% menjadi Rp15.310 per kilogram, dan juga beras medium yang mana turun 0,59%, menjadi Rp13.400 per kilogram.
Harga beras SPHP pun turun 0,56% menjadi Rp12.390 per kilogram. Selain itu, harga jual kedelai biji kering impor turun cukup tajam, yaitu sebesar 4,99%, menjadi Rp10.290 per kilogram.
Begitu pula dengan bawang merah yang dimaksud turun 6,08% menjadi Rp38.940 per kilogram, sementara bawang putih turun 3,45% menjadi Rp41.920 per kilogram.
Cabai merah keriting juga mengalami penurunan yang mana signifikan, yakni 14,01%, menjadi Rp42.490 per kilogram, sedangkan nilai tukar daging sapi mengalami penurunan 2,01%, menjadi Rp132.280 per kilogram.
Selain itu, tarif telur ayam ras tercatat turun 2,14% menjadi Rp30.700 per kilogram, dan juga gula konsumsi turun 0,22% menjadi Rp18.140 per kilogram. Harga minyak goreng, baik kemasan maupun curah, masing-masing turun 2,66% juga 2,60%, menjadi Rp18.660 dan juga Rp17.240 per kilogram.
Harga jagung peternak turun 1,42% menjadi Rp6.250 per kilogram, sementara nilai garam halus turun 2,60%, menjadi Rp11.250 per kilogram. Tepung terigu kemasan juga mengalami penurunan signifikan sebesar 5,58%, menjadi Rp12.360 per kilogram.
Harga ikan tongkol turun 4,42% menjadi Rp30.940 per kilogram, dan juga ikan bandeng tercatat turun 14,16% menjadi Rp30.000 per kilogram.






