Perang Dagang Memanas, Trump akan Kunjungi China Bulan Depan

BEIJING – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga Presiden China Xi Jinping dapat bertemu paling cepat pada bulan April untuk mendiskusikan pertempuran dagang yang digunakan meningkat kemudian berbagai permasalahan bilateral lainnya.
South China Morning Post (SCMP) melaporkan hal itu pada hari Mulai Pekan (10/3/2025), mengutip sumber diplomatik.
Pertemuan pertama dapat berlangsung pada China, tetapi diskusi tentang lokasi akhir masih berlangsung, menurut sumber media tersebut.
Trump dilaporkan sudah pernah menunjukkan minat menjamu Xi di dalam Mar-a-Lago di area Florida, yang mana mengingatkan pada rapat merekan tahun 2017.
Namun, pejabat China lebih banyak menyukai suasana yang lebih banyak formal, baik di tempat Beijing atau Washington, DC, untuk menggarisbawahi pentingnya pembicaraan tersebut, SCMP melaporkan.
Sejak menjabat pada tanggal 20 Januari, Trump telah dilakukan menggandakan tarif pada semua impor China dari 10% menjadi 20%, dalam samping bea masuk yang ada pada ribuan produk, dengan alasan perlunya melindungi kepentingan Amerika serta mengatasi kegelisahan melawan ketidakseimbangan perdagangan.
Sektor-sektor utama yang terpengaruh termasuk baja, aluminium, juga berbagai barang konsumen.
Sebagai tanggapan, China telah dilakukan mengenakan tarifnya sendiri mulai dari 10% hingga 15% pada hasil pertanian juga komoditas energi AS.
Pemerintah China juga mengoreksi pendekatan Washington, dengan Menteri Luar Negeri Wang Yi menyatakan kebijakan yang disebutkan mengakibatkan dunia kembali ke “hukum rimba.”
Pada bulan Februari, Trump mengindikasikan kesepakatan perdagangan baru dengan China mungkin saja terjadi lalu menyebutkan prospek Xi mengunjungi Amerika Serikat, meskipun tak ada jadwal spesifik yang digunakan diberikan.






