Kepercayaan Freeport Indonesia Kembalikan Ekosistem di tempat Area Bekas Tambang Grasberg

TEMBAGAPURA – PT Freeport Indonesia berjanji menjaga lingkungan area bekas tambang tembaga dan juga emas mereka. Mereka menggelontorkan dana besar untuk mengatasi biosfer awal pada bekas tambang Grasberg.
Mereka melakukan reklamasi seluas 920 hektare. Biaya setiap hektare reklamasi sebesar USD200.000. Angka itu adalah dari rata-rata yang mana dikeluarkan. oleh karena itu tiap hektare lahan memiliki nilai yang tersebut berbeda. Ada yang USD180.000, ada yang mana USD250.000. Selain reklamasi, pada bekas area tambang Grasberg juga untuk penguatan hingga pelandaian lereng. Kemudian pekerjaaan geologi yakni merawat lereng kemudian air.
Manager Grasberg Surface Mine Engineering PT Freeport Indonesia Sena indrawiraguna mengatakan, target reklamasi merujuk memang sebenarnya ke rencana 5 tahunan. ”Nah kalau bicara pada waktu ini, kita dari total sekitar 920-an hektare reklamasi atau revegetasi yang tersebut akan kita tuntaskan. Yang area-area yang digunakan timbunan telah sekitar 570-an hektare sudah ada kita tanami revegetasi,” katanya di dalam Tembagapura, Selasa (10/12/2024).
Tahun ini dia sudah ada melakukan reklamasi seluas 64 hektare. Tahun depan, reklamasi ditarget seluas 35 hektare. Rencana reklamasi berakhir di tempat 2026 yakni 35 hektare juga. Nanti sisanya akan buat lagi 5 tahunan lagi.
Hasilnya di dalam sekitar bekas tambang Grasberg pada saat ini sudah ada berkembang rumput hingga edelweiss. Bahkan saat ini tikus, burung, lalu singing dog (anjing bernyanyi) juga sudah ada kembali, seperti ketika sebelum Grasberg beroperasi.

Mulai tumbuhnya vegetasi seperti semula serta datangnya beberapa hewan asli tempat yang disebutkan menandakan keberhasilan reklamasi. Yang menarik, singing dog yang digunakan menjadi hewan endemi di area wilayah yang dimaksud tiada seperti anjing biasa. Mereka tidaklah menyalak, tapi melolong laiknya serigala.
Ketika rombongan SINDOnews juga beberapa jumlah rekan jurnalis lainnya tiba di dalam Bunaken Overlook, beberapa singing dog datang. Mereka tak takut dengan kedatangan kami, tapi juga ‘malu-malu’ ketika didatangi.
Beberapa burung juga tampak beterbangan dan juga hingga pada menghadapi rerumputan.
Tambang Grasberg yang dimaksud menjadi ikon Freeport Indonesia itu beroperasi sejak 1990 lalu tutup April 2020 atau sekitar sekitar 30 tahun. Grasberg menjadi tambang tembaga juga emas tertinggi di tempat dunia dengan ketinggian 4.285 mdpl.
Selama beroperasi, tambang Grasberg memunculkan sekitar 1,4 miliar ton batuan biji, kemudian sekitar 3,4 miliar ton overburden. Rata-rata di tempat tiap 1 ton menciptakan sekitar 10 kg tembaga kemudian 1-1,1 gram emas.
”Karena kalau istilah kita itu kalau di area tambang yang terbuka itu suatu hal yang digunakan biasa tuh. Kadang-kadang di area suatu segmen atau area untuk mendapatkan batuan biji konsentrat, kita harus mengungkap overburden removal yang digunakan bukan bernilai ekonomis,” lanjutnya.






