Nasional

Menag Lobi Arab Saudi Tambah Kuota Pendamping Jemaah Haji

JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan masih terus melakukan lobi ke otoritas Arab Saudi untuk menambah kuota pendamping bagi jemaah haji Indonesia. Hal ini untuk mengatasi kendala komunikasi yang digunakan kerap dialami oleh jemaah haji dengan syarat Indonesia ketika didampingi oleh petugas dari Arab Saudi.

“Iya, jadi sebetulnya kita lobi sekarang ini adalah penambahan pendamping. Karena kalau Arab Saudi yang menjadi pendamping orang Indonesia, pertama ada kesulitan dari segi bahasa. Dia enggak dapat bahasa Indonesia, jemaah haji kita itu kan banyak yang digunakan bahasa Indonesianya pun juga terbata-bata kan, jadi alangkah baiknya kalau pendamping mereka itu dari jika dia berada. Nah itu yang digunakan kita lobi supaya ada tambahan,” ujar Menag, Jakarta, Awal Minggu (3/2/2025).

Selain untuk penambahan kuota pendamping, Nasaruddin juga mengusulkan agar batasan usia jemaah haji tambahan fleksibel, bukan belaka ditentukan oleh faktor usia semata, tetapi juga berdasarkan faktor istitha’ah atau kemampuan fisik. “Ya, kami juga wacanakan ke situ. Jangan kita dibatasi berdasarkan faktor usia, tetapi berdasarkan faktor istitha’ah artinya kemampuan,” katanya.

“Ada orang di tempat berhadapan dengan 90 tahun tapi seger, ada orang dalam bawah 60 tahun tapi pakai kursi roda, jadi itu agak relatif ya kan. Tetapi Saudi Arabia punya pandangan khusus mungkin saja di hal ini, tapi kami sudah ada menawar untuk Indonesia, akibat kita terlalu lama mengantisipasi 48 tahun harus menunggu, tanpa peringatan harus naik hari ini, Usianya tak memiliki syarat, kekecewaannya besar sekali,” jelasnya.

Nasaruddin Umar menyebutkan pihak Arab Saudi telah terjadi memberikan respons positif terhadap lobi yang dimaksud juga berjanji untuk mempertimbangkan permohonan dari Indonesia. Namun, kebijakan akhir tetap memperlihatkan berada di tempat tangan otoritas Arab Saudi.

“Rupanya ngangguk-ngangguk beliau ya mudahkan lobi-lobi kita seperti ini bisa saja dimengerti oleh beliau. Ya, akan dipertimbangkan, tapi keputusannya di dalam tangan beliau lantaran mereka yang dimaksud punya negaranya kan,” ucapnya.

Related Articles

Back to top button