organisasi Hamas Serukan Global Tekan tanah Israel terkait Gencatan Senjata

GAZA – Tim Palestina gerakan Hamas sekali lagi menegaskan “komitmen penuh” merekan terhadap gencatan senjata dengan Israel.
Mereka menegaskan, “Dengan berakhirnya fase pertama perjanjian gencatan senjata serta pertukaran tahanan, Pergerakan Perlawanan Islam (Hamas) menegaskan komitmen penuh merekan melaksanakan semua klausul perjanjian di semua tahap lalu rinciannya.”
“Dan kami menyerukan terhadap publik internasional untuk memberikan tekanan terhadap pendudukan Zionis agar berjanji penuh terhadap perannya di perjanjian tersebut, dan juga untuk segera memasuki fase kedua tanpa penundaan atau keraguan,” ungkap pernyataan itu.
Fase pertama gencatan senjata berakhir pada hari Hari Sabtu ketika perwakilan juga mediator kedua belah pihak berkumpul dalam Mesir untuk melakukan pembicaraan mengenai fase kedua.
Mohamad Elmasry, analis kebijakan pemerintah di area Institut Studi Pascasarjana Doha, mengungkapkan pada hari-hari awal gencatan senjata, ada “sedikit harapan” pemerintahan Trump akan menekan negara Israel untuk mencapai fase kedua dari kesepakatan tersebut.
Namun, seiring berjalannya waktu, Elmasry mengungkapkan semakin jelas pemerintah Amerika Serikat “kurang lebih tinggi memberi negara Israel kebebasan” kemudian Trump ingin “lepas tangan” dari permasalahan tersebut.
“Ini berarti kita mungkin saja akan menghadapi fase pertempuran lainnya,” ujar dia.
“Israel, pada bagiannya, cukup konsisten … jikalau Anda mengamati apa yang dimaksud mereka itu katakan juga juga apa yang tersebut sudah pernah merekan lakukan. Mereka cukup jelas bahwa merekan bermaksud berperang lebih lanjut banyak, tidak ke tahap kedua,” papar Elmasry.
Dia mengungkapkan analisisnya terhadap strategi negara Israel adalah untuk memasuki negosiasi untuk tahap kedua dengan tujuan “hanya menambah masa berlaku tahap pertama”.






