Ramon Cardenas Meraih kemenangan 14 Kali Beruntun, Koar-koar Tantang Naoya Inoue

Ramon Cardenas menang 14 kali beruntun membuatnya berambisi menantang juara kelas bantam super Naoya Inoue di pertarungan perebutan gelar. Setelah 10 ronde yang tersebut berlangsung keras, Ramon Cardenas juga Bryan Acosta berbagi penghormatan di area belakang panggung, saling memberi penghormatan untuk satu identik lain pasca menampilkan laga keras bagi para penggemar di dalam Boeing Center, Tech Port.
Ramon Cardenas, yang dimaksud mengundurkan diri dari dari laga ini dengan kemenangan mutlak, sangat senang dengan penampilan yang mana ia berikan bagi para penggemar dalam kota kelahirannya pada penampilan perdananya di tempat San Antonio sejak tahun 2023. “Sebuah konflik Meksiko – itulah yang dimaksud kami berikan untuk orang-orang,” kata Cardenas, yang tersebut sekarang berusia 29 tahun, dengan rekor 26-1 (14 KO).
“Menang, kalah atau seri, saya katakan padanya, itu semua demi kecintaan pada olahraga ini. Itu indah. Itulah yang seharusnya terjadi di tinju – yang dimaksud terbaik melawan yang digunakan terbaik,”lanjut Cardenas yang tersebut mencatatkan kemenangan 14 kali beruntun setelahnya mengalahkan Acosta.
Pertarungan ini bukannya tanpa drama bagi Cardenas, yang dimaksud berperingkat No. 2 oleh WBA dengan berat badan 57,1 kg. Cardenas jatuh pada ronde ketujuh – hasil dari apa yang ia katakan sebagai kemalasan akibat bosan dengan jalannya pertarungan yang mana tidak ada berjalan lancar selama enam ronde pertama. Namun ia bangkit dan juga bertarung untuk meraih kemenangan melalui langkah juri. “Meski terdengar lucu, saya melakukannya dengan sangat baik sampai saya bosan,” katanya. “Saya seperti, ‘Apa lagi yang tersebut akan kamu berikan pada saya?’ Saya menjadi nekat juga saya membayarnya.”
Setelah kemenangan itu, Cardenas menyatakan bahwa ia tak tahu apa yang digunakan akan terjadi selanjutnya. Namun, jikalau ia memiliki keinginan, ia lebih lanjut memilih untuk menghadapi petarung terbaik di divisi ini, sang juara tak terbantahkan Naoya Inoue. “Saya ingin sekali melawan Inoue,” kata Cardenas.
Cardenas menambahkan bahwa, apabila uangnya tepat, ia juga akan melawan teman kemudian rekan satu sasananya, Murodjon Akhmadaliev, mantan juara dunia yang pada masa kini memegang gelar kejuaraan temporer WBA, jikalau Inoue akhirnya mengosongkan sabuk WBA miliknya. “Saya adalah individu kompetitor, saya ingin melawan yang dimaksud terbaik. Inoue adalah yang terbaik lalu saya ingin melawannya. Jika saya dapat mengalahkannya tahun ini, kapan pun ia menginginkannya, saya siap,”tegasnya.
CEO ProBox TV, Garry Jonas, menyatakan bahwa dia sedang mengamati situasi yang mana terjadi antara WBA lalu Inoue, sembari tetap saja membuka opsi. “Banyak hal tergantung pada WBA juga bagaimana perkembangannya dengan Inoue,” kata Jonas.
“Kami harus menanti serta melihat. Sangat menyebalkan berada pada sikap seperti itu, di dalam mana Anda mengawaitu pribadi juara yang dimaksud bersatu untuk memutuskan siapa yang digunakan akan ia lawan juga siapa yang tak akan beliau lawan. Tak ada lagi yang digunakan dapat kami lakukan selain menjaganya tetap memperlihatkan berada dalam sikap yang tersebut baik kemudian memberinya laga-laga yang mana bagus kemudian membuatnya masih siap,”Jonas melanjutkan.
Walau Cardenas tak dapat mengendalikan apa yang mana diputuskan Inoue, ia dapat sedikit bersantai serta mempersiapkan diri untuk laga berikutnya. “Saya akan pergi lalu menikmati makanan, lalu mengambil beberapa hari libur, berbicara dengan manajer saya, berbicara dengan promotor saya dan juga mengamati ke mana kami akan melangkah dari sini,” kata Cardenas.






