Sesalkan Aksi Teror Terhadap Wartawan Tempo, AHY Harap Isu Tak Melebar

JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) menyayangkan adanya aksi teror pengiriman kepala babi kemudian tikus terpenggal untuk Kantor Tempo. AHY menilai, setiap saat ada ruang kebebasan pers untuk berekspresi.
“Kami menyayangkan, sebetulnya selalu ada ruang kebebasan berekspresi. Tentu pada koridor hukum, norma, serta juga etika. Demokrasi itu memang sebenarnya tidak ada serba hitam putih, tapi kita juga menganut semangat bahwa pada akhirnya kita ingin Indonesia ini utuh, bersatu, serta bisa saja forward bersama,” kata AHY, Mulai Pekan (24/3/2025).
AHY yang digunakan juga Menteri Koordinator Area Infrastruktur juga Pembangunan Kewilayahan menilai, perbedaan pendapat pasti ada pada setiap persoalan. Dia juga menyayangkan isu teror yang disebutkan melebar ke mana-mana.
“Perbedaan pendapat pasti ada, tiada untuk ditiadakan. Tapi mari kita maklumi sebagai bagian untuk sama-sama kita mewujudkan Indonesia yang lebih lanjut baik. Jadi saya tentu, keluarga besar demokrat, menyayangkan kalau ada teror apalagi yang mana kemudian menyebabkan isu yang digunakan tak diperlukan melebar ke sana ke mari,” ujar dia.
AHY pun menegaskan, tidaklah perlu ada aksi teror ketika tiada adanya kesamaan paham terkait suatu hal. Dia memohonkan perbedaan pendapat disampaikan secara terbuka
“Jadi tambahan baik disampaikan dengan baik secara terbuka dan juga siapa pun yang tersebut menerima masukan, termasuk kritik juga, bisa saja menerima dengan baik. Asalkan metode baik pasti akan diterima dengan baik,” jelasnya.
Sebagai informasi, pada 19 Maret 2025, Kantor Redaksi Tempo menerima paket berisi kepala babi tanpa telinga. Paket yang dimaksud ditujukan untuk Francisca Christy Rosana atau Cica, wartawan desk kebijakan pemerintah kemudian host siniar Bocor Alus Politik.
Selang beberapa hari kemudian, pada Sabtu, 22 Maret 2025 Tempo kembali mendapatkan kiriman kedua bangkai hewan. Kali ini berbentuk kardus berisikan bangkai tikus yang tersebut dipenggal. Kini, Bareskrim Polri pun sudah melakukan menyelidiki aksi teror terhadap kantor Tempo tersebut.






