Datangkan Devisa Rp13,2 M, Bea Cukai Kawal Ekspor Utama Wood Pellet ke Korsel

MALANG – Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur II mengunjungi pelepasan ekspor perdana wood pellet dengan negara tujuan Korea Selatan pada Kamis (23/1) bertempat di tempat tempat pengelolaan PT Narwastu Mazmur Gelora, Kecamatan Wajak, Wilayah Malang.
Pengiriman ekspor perdana kali ini merupakan kegiatan simbolis atau langkah awal dari PT Narwastu Mazmur Gelora. Barang akan dikirim ke luar negeri secara bertahap di kurun waktu dua bulan sesuai dengan kontrak yang disepakati, yaitu sebanyak 300 kontainer. Total devisa yang tersebut didapat melawan kegiatan ekspor ini mencapai USD810.000 atau sekitar Rp13,2 miliar.
“Pengolahan limbah kayu menjadi wood pellet adalah salah satu cara cerdas untuk memberikan nilai tambah pada material yang dimaksud semula dianggap sebagai sampah, dengan proses pengolahan yang digunakan tepat dapat dijual sebagai barang yang bernilai tambahan tinggi,” ujar Kepala Lingkup Fasilitas Kepabeanan juga Cukai Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II, Bakhroni, selaku perwakilan yang hadir pada kegiatan ekspor perdana tersebut.
Wood pellet merupakan hasil pengolahan limbah kayu menjadi serbuk yang digunakan dipadatkan sehingga menghasilkan kembali bentuk silindris. Hasil olahan limbah ini kemudian dimanfaatkan sebagai substansi bakar pengganti fosil di tempat berbagai sektor industri, seperti lapangan usaha pembangkit listrik, sektor makanan, juga sektor kaca.

Bakhroni mengungkapkan, bahwa PT Narwastu Mazmur Gelora merupakan perusahaan dalam bawah pembinaan juga asistensi dari Klinik Ekspor Bea Cukai Malang. Ia menyebutkan, bahwa keberhasilan ekspor perusahaan yang disebutkan tentu tidaklah terlepas dari keterlibatan berbagai pihak.
Untuk itu, Ia menekankan pentingnya sinergi antarinstansi pemerintah agar menyokong pelaku bidang usaha yang tersebut melaksanakan ekspor. “Instansi pemerintah harus saling bersinergi di menggalang sektor di negeri untuk go international, kami mengharapkan ekspor berjalan secara kontinyu serta kualitas item yang mana dihasilkan semakin meningkat,” ujarnya.
Pelepasan ekspor perdana wood pellet jika Malang ini menandakan kesuksesan bidang pada menjawab permintaan pangsa luar negeri, dan juga membuktikan bahwa barang lokal mempunyai daya saing yang digunakan tak kalah dengan komoditas internasional.
Hal ini merupakan bukti nyata Bea Cukai di menjalankan fungsi sebagai trade facilitator kemudian industrial assistance, juga membantu energi terbarukan yang tersebut ramah lingkungan salah satunya wood pellet merupakan hasil pengolahan limbah kayu yang digunakan sebagai salah satu jenis substansi bakar alternatif terbarukan yang dimaksud ramah lingkungan.






